Senin, 11 Februari 2013

Sarana transportasi sebagai penunjang akomodasi pariwisata di yogyakarta

KATA PENGANTAR

Indonesia kaya dengan beragam wisata budaya dan keindahan wisata alam, serta berbagai masakan yang mengandung nilai cita rasa tinggi dalam wisata kulinernya. Keindahan itu semua yang akhirnya membuat Indonesia dikenal sebagai salah satu negara tempat wisata yang populer. Salah satu daerah wisata yang ada di Indonesia adalah kota Bandung. Dengan keindahan alamnya, serta kulinernya yang eksotis dan menggugah selera, tidak salah jika Bandung menjadi salah satu tujuan pariwisata pelancong dalam negeri.
Pada   masa   sekarang   pariwisata   bukan   merupakan   kebutuhan   yang   mewah, melainkan  merupakan kebutuhan sekunder yang dibutuhkan untuk memenuhi keinginan seseorang untuk refreshing/penyegaran. Pariwisata akan terasa manfaatnya apabila diimbangi oleh transportasi. Dapat dikatakan bahwa wisatawan yang melakukan perjalanan sudah merupakan suatu manifestasi dari interaksi, sebagai akibat perpindahan orang   dari   tempat   di   mana   ia   biasanya   tinggal.   Transportasilah   yang   dapat menggerakkan banyak orang, dari suatu negara ke negara lain, dari suatu daerah ke daerah lain dan dari suatu kota ke kota lain dan dari kota ke daerah pedalaman dan sebaliknya.
Aktivitas  kepariwisataan  banyak  tergantung  pada  transportasi.  Faktor  jarak  dan waktu  sangat  mem-pengaruhi keinginan  orang  untuk  melakukan  perjalanan  wisata.
Dewasa ini transportasi menyebabkan pertumbuhan pariwisata yang sangat pesat sekali. Kemajuan fasilitas transportasi mendo-rong kemajuan kepariwisataan dan sebaliknya ekspansi yang ter-jadi dalam industri pariwisata dapat menciptakan permintaan akan transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa fungsi utama transportasi sangat erat hubungannya dengan "accessibility". Maksudnya, frekuensi penggunaannya, kecepatan yang dimilikinya dapat mengakibatkan jarak yang jauh seolah-olah menjadi lebih dekat. Hal ini berarti mempersingkat waktu dan tentunya akan lebih meringankan biaya perjalanan. Dengan  demikian  transportasi  dapat  memudahkan  orang  untuk  mengunjungi  suatu daerah tertentu, seperti misalnya daerah tujuan wisata.
Dalam kepariwisataan kita mengenal tiga macam transportasi yang biasa digunakan oleh wisatawan, yaitu: 1. Transportasi Udara (International Flight,  Domestic Flight). 2. Transportasi Laut  (Regular Lines,  Charter Lines  Cruiser).  3)  Transportasi Darat  ( Sepeda, Dokar atau Delman, Sepeda Motor, Mobil penumpang, Kereta Api).
Bila kita adakan sedikit analisa secara umum, hubungan antara pariwisata dan transportasi, maka secara kualitatif kita dapat mengasumsikan bahwa pariwisata tidak dapat berkembang tanpa tersedianya sarana transportasi, khususnya pengangkutan melalui udara. Dengan perkataan lain dapat dinyatakan bahwa walau tersedia atraksi wisata yang menarik, fasilitas rekreasi dan olah raga yang lengkap, hotel yang serba mewah, tanpa tersedia-nya sarana transportasi yang cukup memadai, semuanya akan sia- sia dan tidak berarti.


PEMBAHASAN

A. Sarana transportasi tradisional yang ada di Yogyakarta :

-  Becak Yogyakarta :

Sebagai salah satu alat transportasi yang "mendominasi" kota Jogja, tidak salah kalau ada yang menyebutnya sebagai "kota becak". Dimana keberadaan becak tidak terlepas dari semaraknya wisata di kota ini. Sebagai sarana transportasi murah dan bebas polusi, banyaknya becak di kota Yogyakarta juga menjadi sumber kehidupan banyak orang.
Melihat becak-becak Jogja, sekilas sama dengan becak-becak yang pernah kita jumpai, namun bila dengan seksama kita perhatikan, ternyata ada beberapa perbedaan yang unik. Yang antara lain yaitu, becak Jogja tampak lebih "jangkung" atau tinggi, sehingga saat naik biasanya becak akan dijungkit agar penumpang lebih mudah menaikinya. Tidak itu saja, becak Jogja ada juga yang menggunakan mesin motor sebagai pengganti kaki yang menggayuh pedal dan uniknya lagi becak Jogja ada plat nomor becak atau Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor (TNKTB) dengan huruf depannya "YB".
Yang artinya, bahwa becak-becak Jogja terdaftar dan tertata rapi layaknya sepeda motor atau mobil. Informasi yang kami peroleh dari pengemudi becak, bahwa plat nomor becak dibagikan cuma-cuma oleh Dishub dan tidak ada biaya retribusinya. Ini luar biasa, ternyata becak-becak Jogja mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

"Ramainya becak Jogja"

Becak bermotor, yang dapat kita jumpai di beberapa tempat di sekitar kraton, memang sudah tidak banyak yang digunakan, walaupun mesinnya masih melekat di rangka becak. Alasannya, karena sudah tidak diperkenankan lagi. Namun penglihatan kami, masih ada yang menggunakannya, ini digunakan saat melewati jalanan menanjak.
Saat Anda di Jogja, jangan heran bila pengemudi becak-becak disini menawarkan dengan harga murah. Seperti yang ditawarkan pengemudi becak di dekat Monumen Serangan 1 Maret 1949, dengan harga Rp. 5.000,- saja kita akan diantar keliling area kraton dengan sedikitnya 5 lokasi dengan waktu yang panjang. Anda mau tahu rahasianya? Tanya punya tanya sama pengemudi becak dan memperhatikan area lokasi yang mereka antar, ternyata lokasi yang mereka antar adalah lokasi belanja. Yang artinya semakin banyak mereka dapat mengantarkan dan terjadi transaksi pembelian, mereka akan mendapatkan komisi.
Hebat ya? Ternyata pengemudi becak juga sebagai tenaga marketing atau salesman freeland di Jogja. Keramahan para pengemudi becak Jogja patut mendapatkan acungan jempol, tidak saja mereka sebagai pengemudi, mereka juga siap menemani "ngobrol" dan menjadi guide wisata. Banyak pengemudi becak yang bisa berbahasa asing, seperti bahasa Inggris dan mereka siap membantu untuk mencarikan tempat penginapan, bila kita belum mendapatkan hotel atau penginapan lainnya.
Jadi, bila Anda ke Jogja dan belum mendapatkan atau kesulitan mencari tempat penginapan, tanya saja sama pengemudi becak, mereka banyak tahu informasi di mana tempat penginapan yang masih kosong, terutama saat musim liburan. Seperti yang ada di Jalan Parangtritis, sampai larut malam para pengemudi becak banyak dijumpai di sepanjang jalan ini, satu alasan karena area ini "berjubel" aneka kelas penginapan. Tidak ada patokan harga untuk memberi "uang tips" mengantar untuk pengemudi becak yang mencarikan tempat penginapan.
Amannya jalan-jalan kota Jogja pada malam hari, hemat kami tidak terlepas dari peranan para pengemudi becak yang banyak mangkal di sepanjang jalan dan di depan-depan hotel atau kawasan yang menjadi keramaian wisatawan.
Ini luar biasa, jadi tidak mengherankan kalau Jogja tetap mempertahankan keberadaan becak, walaupun sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan menyenangkan untuk wisata menikmati kota Jogja.

-  Andong Yogyakarta :

Di Jogja, kereta dengan kuda disebut dengan andong. Bentuknya seperti dokar (bendi), hanya perbedaannya andong memiliki roda 4 yang bisa ditarik oleh satu atau dua kuda dan dokar beroda 2 dengan satu kuda saja. Bila kita perhatikan, karena andong beroda 4, sehingga kuda tidak menahan beban di pundaknya, dengan demikian kuda hanya menarik saja, yang tentunya akan lebih cepat dibandingkan dokar dimana kuda menahan beban di pundaknya.
Andong yang mirip dengan kereta kencana kesultanan, memiliki sepasang roda yang lingkarannya lebih kecil di depan dan sepasang lagi lebih besar di belakang. Uniknya lagi, andong Jogja memiliki beberapa warna di rodanya, seperti kuning, hijau dan coklat, serta dibedakan untuk andong wisata dan andong biasa. Andong wisata biasanya kusirnya menggunakan blangkon dan pakaian khas Jawa, ini dapat dengan mudah kita lihat, termasuk tulisan yang ada di keretanya. Sama halnya dengan becak, andong juga diberi plat nomor andong dengan huruf  "YK" di depannya.
Andong wisata dapat dengan mudah kita dapatkan di seputar Malioboro dan Kraton Yogyakarta, umumnya dapat mengangkut 5 orang. Andong-andong tampak kelihatan terawat dengan baik, bersih dan juga memiliki kantong pembuangan kotoran kuda, seeing tidak akan mengotori jalan-jalan di kota Jogja. Ongkos menyewa andong pun sangat bervariasi, tergantung jarak, banyaknya lokasi yang dikunjungi dan ada juga yang mengenakan tambahan dengan lebihnya waktu.

"Andong wisata Jogja"

Sangat mengesankan, itulah yang akan kita dapatkan saat wisata di Jogja, bersama becak atau andong mengelilingi berbagai obyek wisata di kota Jogja. Kami sarankan juga, jangan lewatkan untuk mampir untuk sekedar melihat-lihat atau berbelanja di area Alun-alun Lor kraton, lokasi yang didominasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan aneka kerajinan, souvenir, pakaian, makanan dan barang lainnya.


B.  Sarana transportasi modern yang ada di Yogyakarta :

 Trans Jogja :

Trans Jogja adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta, Indonesia. Trans Jogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRI) yang dicanangkan Departemen Perhubungan. Sistem ini mulai dioperasikan pada awal bulan Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan, Pemerintah Provinsi DIY. Motto pelayanannya adalah "Aman, Nyaman, Andal, Terjangkau, dan Ramah lingkungan"

 Taksi :



Taksi adalah angkutan umum yang menggunakan mobil untuk mengangkut

penumpangnya. Taksi umumnya menggunakan mobil jenis sedan, namun di beberapa negara ada pula taksi jenis van yang dapat mengangkut lebih banyak penumpang atau muatan.




Tarif layanan jasa angkutan taksi dihitung melalui dua cara:



a. menggunakan argometer - dihitung secara otomatis tergantung jumlah jarak yang ditempuh.


b. berdasarkan kesepakatan - penumpang dan pengemudi menyepakati tarif sebelum (kadang bisa juga sesudah) perjalanan.



Perbedaan utama antara taksi dengan angkutan umum darat yang modern lainnya seperti bus terletak pada jumlah penumpangnya. Menggunakan mobil, taksi hanya dapat memuat sekitar 4 penumpang di dalamnya, dan penumpangnya tersebut biasanya berada dalam satu kelompok. 

-  Bus :
 Bus adalah kendaraan besar beroda, digunakan untuk membawa penumpang dalam jumlah banyak. Istilah bus ini berasal dari bahasa Latin, omnibus, yang berarti "(kendaraan yang berhenti) di semua (perhentian)".

-  Pesawat Terbang :

Pesawat terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat dengan tujuan pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Namun dalam dunia penerbangan, istilah pesawat terbang berbeda dengan pesawat udara, istilah pesawat udara jauh lebih luas pengertiannya karena telah mencakup pesawat terbang dan helikopter.

-  Kereta api :

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara.

KESIMPULAN

Pentingnya transportasi di bidang pariwisata adalah paling penting. Untuk menuju obyek pariwisata dibutuhkan sarana transportasi yang bisa menuju ke obyek pariwisata tersebut.
Oleh karena itu, pariwisata tidak akan berjalan tanpa sarana transportasi yang memadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar